Monday, October 17, 2016
Berlangganan

Jia Jia - Panda Raksasa Tertua di Dunia Ini Meninggal, Inilah Kondisinya Sebelum Meninggal

Panda tertua di dunia, Jia Jia dikabarkan meninggal, Minggu (16/10/2016).
Pihak Ocean Park, Hong Kong mengumumkan, dokter telah melakukan eutanasia terhadap panda 38 tahun itu setelah kesehatannya terus menurun dari waktu ke waktu.
Eutanasia dilakukan untuk mencegah supaya si panda tidak merasakan penderitaan yang lebih lanjut—selain juga untuk alasan etis.
Belakangan sebelum meninggal, Jia Jia memang telah menunjukkan tanda-tanda menurunnya kesehatan.
Ia menderita tekanan darah tinggi, juga arthritis, yang memerlukan pengobatan yang tidak biasa.
Selama dua minggu terakhir, kondisinya semakin memburuk secara signifikan. Berat badannya juga terus menurun drastis.
"Kami tahu hari ini akan datang, dan sangat menyedihkan bagi semua orang, terutama para penjaga taman yang telah merawatnya selama bertahun-tahun," ujar pimpinan Ocean Park, Leo Kung.
Sementara itu, An An (30 tahun), Ying dan Le Le, dua-duanya 11 tahun, masih dalam kondisi yang sehat-wal-afiyat.
Guinness World Records mengakui, Jia Jia sebagai panda tertua yang hidung di penangkaran.
Rata-rata hidup panda di alam liar adalah 18-20 tahun, sedangkan panda penangkaran sekitar umur 30 tahun.
Jia Jia lahir di alam liar di Sichuan, China, pada 1978.
Jia Jia dan An An, diberikan Beijing kepada Hong Kong pada 1999 sebagai hadiah dua tahun penyerahan kota semi-otonom itu oleh Inggris ke China.
Rekor panda tertua sebelumnya dipegang oleh panda jantan Du Du, yang juga ditangkap di alam liar dan meninggal pada Juli 1999 di kebun binatang di Provinsi Hubei, China.
Waktu itu, Du Du berusia 36 tahun.
Panda, yang dianggap sebagai simbol cinta di China, disebut sebagai satu hewan paling terancam punah di dunia.
Meskipun sebulan yang lalu kelompok internasional mengklarifikasi kriteria itu dan menggantinya dengan kriteria 'rentan.'