Thursday, October 13, 2016
Berlangganan

Bahaya! Teror Badut Seram Menggemparkan Dunia Barat, Ini Negara yang Diserang

Dunia digemparkan dengan teror badut yang meraja lela di Amerika Serikat. Badut-badut menyeramkan tersebut berkeliaran di jalan dan membuat takut warga AS.
Awalnya badut menyeramkan tersebut muncul di South Carolina, Amerika Serikat di bulan Agustus lalu. Parahnya, mereka mencoba membujuk anak-anak kecil unuk masuk ke dalam hutan.
Dikutip dari beberapa sumber terpercaya, tak hanya bermunculan di jalan raya, badut menyeramkan ini juga mengejar anak-anak yang tengah berangkat sekolah.
Hingga kini belum jelas maksud dan motif dari badut jalanan tersebut.
Menurut perkembangan terkini, badut menyeramkan itu telah menyebar ke beberapa daerah. Selandia Baru serta Afrika Selatan sudah mulai melaporkan kemunculan penampakan badut menyeramkan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Minggu (9/10/2016), perempuan 22 tahun mengaku diserang oleh sosok pria berkostum badut pada 8 Oktober 2016 lalu.
Karena memicu keresahan warga, pemerintah Australia pun akhirnya menurunkan peringatan kuat terkait teror badut tersebut. Belum juga berhenti, kini sosok badut seram juga ditemukan di Belanda.
Dikutip dari Kompas, dua orang berkostum badut lengkap dengan tppeng dan membawa senjata mulai menakuti warga di Belanda.
Tak hanya seram wujudnya, berdasarkan keterangan warga setempat, mereka mengaku melihat badut yang menenteng pisau serta palu berukuran besar.
Dalam cuplikan berita AFP, Rabu (12/10/2016), badut menyeramkan tersebut muncul di taman kota selatan Kota Oss, Belanda.
Fenomena menakutkan ini juga terlihat oleh warga Almere, Amsterdam, Selasa (11/10/2016).
"Untuk sosok badut pembunuh yang terlihat di Oss, jelas mereka merasa senang jika sudah menebar ketakutan bagi warga," demikian ditulis pihak Kepolisian Oss di akun Facebook mereka.
Menurut pihak kepolisian, mengenakan kostum badut dan menakut-nakuti warga dapat dikenai hukuman penjara. Hal tersebut dipandang sebagai tindak kriminal.
Pihak kepolisian di Almere, memandang fenomena ini sebagai motif kejahatan yang baru di Negara Kincir Angin ini. Di Inggris, aparat keamanan pernah berapa kali menemukan insiden serupa.