Monday, September 19, 2016
Berlangganan

Tradisi Jepang - Di Sini Orang yang Sudah Tua Renta Harus Dibuang ke Gunung, Ini Alasannya

Beragam tradisi bisa kita temukan di dunia ini. Ada tradisi yang aneh dengan maksud baik hingga tradisi yang bisa dikatakan mengerikan.
Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya pesan atau kebiasaan yang diteruskan dari generasi ke generasi.
Nah guys, tahukah kamu bahwa di belahan dunia ini ada tradisi yang menyayat hati bagi beberapa orang. Tradisi ini bernama Ubasute yang berasal dari Jepang.
Ubasuteyama adalah nama sebuah gunung di Jepang, dalam Bahasa Indonesia, artinya adalah tempat pembuangan nenek.
Dahulu kala di Jepang ada tradisi pembuangan orang tua yang sudah renta atau lanjut usia ke hutan atau ke gunung.
Konon anak laki-laki harus membuang orang tuanya yang sudah uzur ke gunung dengan alasan tradisi.
Selain itu, hal ini dianggap tidak merepotkan dan bisa mengurangi beban keluarga, khususnya masalah konsumsi guys.
Membuang orangtua yang sudah uzur dianggap dapat mengurangi jatah makan yang perlu mereka keluarkan sehari-hari.
dikutip dari wikipedia, ada dua cerita rakyat yang melatarbelakangi tradisi ini lho guys.
1. Versi Masalah Pelik
Pada zaman dahulu, anggota keluarga yang sudah lanjut usia dan tidak mampu bekerja lagi dianggap tidak berguna. Itulah sebabnya mereka harus dibuang ke gunung ataupun hutan.
Konon, ada satu keluarga yang tak tega melaksanakannya dan menyembunyikan anggota keluarga di kolong rumah.
Hingga suatu saat penguasa wilayah itu diminta memecahkan permasalahan pelik dari penguasa provinsi tetangga. Jika tak bisa menjawab maka kota itu akan dihancurkan.
Nah, berkat pengetahuan dari orang lanjut usia, pertanyaan pelik yang diajukan dapat dijawab.
Akhirnya peraturan membuang orang tua usia lanjut dihapus dan lansia diperlakukan dengan baik kembali.
2. Versi Patah Ranting
Nah, versi ini lebih menyayat hati guys.
Konon ada seorang laki-laki menggendong ibunya yang sudah tua untuk dibuang ke gunung.
Si ibu mematahkan ranting-ranting di sepanjang jalan.
Sang anakpun bertanya kenapa ia melakukan hal itu.
"Supaya ketika pulang nanti, kau tidak tersesat", kata si ibu.
Inti dari cerita, walalupun ibunya tahu bahwa dia akan dibuang, si ibu masih memikirkan keselamatan anaknya.
Akhirnya laki-laki itu berubah pikiran dan membawa ibunya pulang. Dilansir dari Serambi Indonesia dengan laporan crew dari Jepang, menjelaskan bahwa dia pernah bertanya pada rekan kerjanya di Jepang tentang kebenaran tradisi ini.
Sambil tersenyum dan sedikit malu, rekannya menjawab bahwa itu tradisi bangsa Jepang kuno. Sekarang sudah tidak dilestarikan lagi.