Monday, September 19, 2016
Berlangganan

Pria Ini Sempat Ditolak Ibu Kandung Saat Bayi Karena Buruk Rupa, namun Akhirnya Justru Mengharukan

Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bagi orangtua manapun, mendapatkan anak adalah anugerah, terlepas apakah anak tersebut memiliki fisik yang rupawan atau tidak.
Cerita mengenai seorang pria yang lahir dengan tumor raksasa di hidungnya mungkin bisa menginspirasi para orangtua. Bernama Robert Hoge, pria ini lahir dengan fisik yang tak sempurna.
Dia memiliki tumor raksasa seukuran bola tenis di wajahnya, bahkan kakinya yang cacat mesti diamputasi dokter saat bayi. Ibu Robert yang melihat kejadian ini begitu terpukul, dan sempat menolaknya membawa pulang ke rumah untuk membesarkan Robert.
Namun setelah semua keluarga berembug, akhirnya mereka memutuskan membawa Robert pulang ke rumah apapun keadannya. Sang dokter juga menyarankan agar ibu Robert mau menerima bayi yang sudah dilahirkannya tersebut.
Agar perasaan sayang itu muncul, dokter menyarankan ibu Robert untuk menulis buku harian.
"Dia begitu jelek," kata ibu Robert, dilansir dari Viral4Real, Selasa (20/9/2016).
Robert Hoge memulai masa kecilnya dengan kisah yang menyedihkan. Saat bersekolah ia sering disebut si buruk rupa oleh teman-temannya.
Ia juga kerap disebut si cacat lantaran memakai dua kaki palsu saat naik sepeda atau berolahraga. Tetapi itu semua tak lantas membuatnya menyerah.
Apalagi di rumah ia sudah terbiasa dengan kejujuran ibunya yang memang mengatakan dia jelek. Sebab ibunya tak pernah berbohong atau menyembunyikan perasaan terhadapnya.
Saat masa kanak-kanak, setiap hari dia meminta ibunya membacakan catatan harian tentangnya.
"Alasan saya tahu semua itu adalah karena salah satu dokter pada saat itu mendorong ibu saya untuk menulis buku harian. Dan dia menulisnya dalam buku diary biru yang cantik ini lewat tulisan tangan yang indah di dalamnya dan tidak pernah disembunyikan dariku."
"Aku biasa duduk di sofa di sampingnya, atau itu akan berada di meja samping tempat tidurnya, dan kemudian saya akan meminta ibu untuk membacakanku sedikit isi dari bukunya," tambahnya.
"Dan dia benar-benar terbuka dan jujur ​​dalam buku itu tentang perasaannya kepada saya, dan dia benar-benar terbuka dan jujur ​​dengan saya meskipun usia saya masih muda," kata Robert.
Tetapi suatu hari, Rober sadar kejujuran ibunya adalah bentuk kasih sayang yang nyata. Faktanya dia dianggap buruk rupa dan itu sudah takdir.
Berkat kejujuran ini akhirnya dia bisa kuat seperti sekarang menahan cemooh dari luar. Keluarganya bisa saja meninggalkannya di rumah sakit jika mereka tidak sayang kepadanya.
Meskipun ia sempat melakukan rangkaian operasi di wajahnya, akhirnya memilih berhenti saat tahu efek samping yang mengerikan yaitu kebutaan. Saudaranya juga mengatakan untuk apa kamu terlihat tampan, sementara kamu tak bisa melihat dirimu di dalam cermin.
Pada akhirnya, kejujuran itulah bentuk kasih sayang ibunya, meski terkadang ia khawatir tak bisa memahami maksud ibunya.
Kehidupan bagi Robert Hoge seperti film, terkadang ada bagian menyedihkan namun semua itu bakal berakhir indah. Ia mengaku sangat sayang kepada ibunya.
Sempat dicemooh gadis saat mengajak kencan, Robert Hoge kini memiliki kehidupan bahagia bersama istri dan dua anak perempuannya di Brisbane, Australia.