Monday, September 19, 2016
Berlangganan

Modus Warisan dan Angkat Anak, Pria Ini Kurung Bocah Perempuan hingga Bertahun-tahun

Nasib malang menimpa N, remaja perempuan berusia 17 tahun. Ia menjadi korban pencabulan ayah angkatnya, Giarto (57), warga Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara.
N dan keluarganya beserta pamong desa di Lampung Timur melapor ke Polres Lampung Utara (Lampura).
Dalam laporan terungkap, kisah penistaan itu bermula ketika tersangka mengajak korban yang saat itu masih 8 tahun, pergi meninggalkan orangtuanya di Lampung Timur (Lamtim).
Tersangka mengangkat korban sebagai anaknya dan mengajaknya pergi ke Solo, Jawa Tengah dengan alasan untuk mengambil warisan.
"Alasannya, untuk ambil warisan orangtuanya," kata Iin Suriyanto, ketua RT tempat tinggal orangtua N, di Mapolres Lampura, Rabu (14/9) malam.
Tiba di Solo, ternyata warisan yang disebut-sebut itu tidak ada dan sepertinya memang tak pernah ada.
Tersangka kemudian membawa korban balik lagi ke Lampung. Namun, bukan ke rumah keluarga korban di Lampung Timur, melainkan ke Bukit Kemuning, Lampung Utara.
Sejak kedatangannya di Bukit Kemuning, pelaku sengaja mengubah identitasnya dan juga korban yang masih bocah itu dengan berganti nama.
Mereka tinggal bersama dan mengaku sebagai ayah dan anak, selama bertahun-tahun.
Menurut pengakuan korban, ayah angkatnya melakukan tindakan asusila padanya sejak usianya menginjak 12 tahun. Sejak usia itulah, korban terkurung hampir tak pernah keluar rumah karena terus-terusan diancam.
"Tersangka memaksa berhubungan intim dengan mengancam akan membunuh korban jika tidak mau menurutinya. Tersangka juga mengancam membunuh korban jika sampai keluar rumah dan berbincang dengan warga sekitar," beber Iin.
Warga lama-lama curiga. Kecurigaan menguat saat tersangka menyatakan N sebagai istrinya. Padahal, saat N masih bocah, dia mengakuinya sebagai anak.
Atas kejanggalan itulah, warga kemudian berusaha mendekati N dan berkomunikasi dengannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayah angkatnya.
"Disitulah terungkap semuanya. Korban menceritakan kisah pencabulan yang dialaminya selama bertahun-tahun," kata Iin.
Setelah itu, korban minta diantar pulang ke Lamtim. Selasa (13/9) malam lalu, korban diantar ke rumah keluarganya di Lampung Timur.
"Rupanya, korban memang sudah ingin kabur dari tersangka sejak lama. Korban mengaku sudah digauli sejak berusia 12 tahun sampai sekarang usianya 17 tahun," beber Iin.
Tak terima dengan perlakuan pria yang awalnya menjadi ayah angkat tapi ternyata cabul, keluarga korban didampingi perangkat desa melaporkan tersangka ke polisi.
"Kami ke sini (Polres Lampura) untuk melapor," imbuhnya.
Tak lama setelahnya, petugas yang langsung bergerak berhasil membekuk tersangka di rumahnya.
"Tersangka sudah ditangkap tanpa perlawanan," ujar Kasat Reskrim Polres Lampura Ajun Komisaris Supriyanto, Kamis (15/9) malam.