Saturday, September 17, 2016
Berlangganan

Meski Wajah Cacat Permanen, Wanita Ini Tampil Menakjubkan di Catwalk

Pagelaran fashion seperti New York Fashion Week 2017 tak hanya menampilkan koleksi busana yang memikat, tapi juga dipenuhi dengan ratusan model cantik dengan fisik rupawan.
Namun, jika kecantikan fisik hanya sebatas pandangan mata, tentu pesona hati dan keberanian datang dari kekuatan paling dalam seorang manusia.
Hal ini dibuktikan oleh Reshma Qureshi pada pergelaran mode akbar, New York Fashion Week.
Sosoknya begitu mencuri perhatian dari atas panggung catwalk pagelaran fashion kelas dunia tersebut.
Siapakah Qureshi?
Ia adalah perempuan India yang menjadi korban serangan cairan asam.
Meski wajahnya cacat permanen, Qureshi tampil mengagumkan pada pergelaran busana Archana Kochnar. Kochnar adalah desainer yang juga berasal dari India.
Ia begitu terinspirasi dengan semangat hidup dan karakter positif Qureshi meski menderita cacat permanen pada bagian wajah.
Kisah itu bermula pada tahun 2014 silam. Sebuah peristiwa naas dan mengubah seluruh hidup Qureshi.
Tiga orang pria menyerang Qureshi dan menyiramkan cairan asam ke wajah Qureshi hingga menyebabkan cacat di area mata, pipi, dan sebagian bibirnya.
Kakak ipar Qureshi merupakan salah satu dari tiga pria pelaku penyerangan yang menyiram cairan tersebut. Mereka telah tertangkap dan dipenjarakan dengan hukuman yang tidak sebanding dengan pengalaman buruk, trauma, dan luka dalam diri Qureshi.
Sejumlah perawatan dan pengobatan dijalani oleh Qureshi untuk meredakan sisa luka bakar di wajahnya. Selain itu, dia juga menjalani terapi psikis.
Pada awal tahun ini, Qureshi bergabung dalam komunitas bernama Make Love Not Scars, yang mengampanyekan antikekerasan dan pelecehan pada perempuan di India.
Kontribusi Qureshi berhasil mendapatkan perhatian dunia untuk memberikan dukungan pada gerakan melawan aksi kekerasan pada perempuan India.
“Aku tidak pernah menyangkan bahwa aku bisa berada dan tampil di New York Fashion Week. Kesempatan ini merupakan kehormatan yang besar untuk perempuan sepertiku,” ujar Qureshi pada Associated Press.
Qureshi mengatakan bahwa banyak korban perempuan di Indonesia memiliki pengalaman menyeramkan seperti dirinya.
“Aku berharap dengan lebih aktif berpartisipasi di ranah mode dan kecantikan, aku bisa menginspirasi perempuan korban kekerasan untuk tetap semangat dan tidak terpenjara dalam standar kecantikan,” pungkasnya.