Thursday, September 1, 2016
Berlangganan

Krisis Obat-obatan, Bocah yang Terkena Serangan Bom Ini Terpaksa Diolesi Lumpur

Sungguh malang nasib seorang bocah perempuan di Kota Homs, Suriah. Ia mengalami luka bakar parah akibat terkena serangan bom.
Kondisi krisis obat-obatan sedang melanda kawasan ini sehingga membuat bocah perempuan ini terpaksa diberikan lumpur sebagai obat alternatif untuk meredakan luka bakar di bagian kepalanya.
Tentu saja bocah perempuan ini menderita rasa kesakitan yang begitu menyakitkan.
Hal tersebut terlihat dari raut wajahnya yang suram serta merintih kesakitan.
Ditambah lagi ketika seorang pria dewasa mengoleskan lapisan lumpur yang masih basah ke kulitnya.
Selain itu untuk menutupi luka-lukanya yang terbuka nampak perban-perban seadanya membalut bagian kepala, dan lengannya.
Menurut keterangan dari para aktivis di kota Homs, Suriah, lumpur tersebut merupakan satu-satunya bahan baku yang tersedia sehingga mereka menggunakan lumpur tersebut sebagai obat alternatif untuk meredakan luka bakar yang disebabkan oleh bom pembakar yang dijatuhkan oleh pasukan udara Bashar al-Assad.
"Mereka menggunakan lumpur karena sudah tidak ada lagi obat-obatan yang tersedia dan jika Anda menderita luka bakar akibat bomb pembakar, Anda tidak dapat menggunakan air sebagai obatnya. Karena air membuat lukanya semakin parah, sehingga alternatifnya yaitu lumpur ini," ujar Hayan seorang aktivis dikutip melalui laman Aljazeera, Kamis (1/9/2016).
Penggunaan lumpur tersebut diyakini dapat meredakan luka bakar yang menderita para korban.
Berdasarkan laporan dari Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris, akibat serangan terbaru ini menyebabkan dua orang bocah kakak-beradik tewas terkena bom.
Usai serangan para aktivis menemukan Jasad keduannya hangus terbakar.
Kota Homs sudah dikepung selama tiga tahun terakhir, mengakibatkan masyarakatnya hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan serba kekurangan.
Mulai dari makanan, suplai obat-obatan yang sangat sulit sekali didistribusikan ke kawasan ini lantaran pihak pemberontak menutup akses masuk serta terus menjatuhkan serangan dan memborbadir tanpa henti