Wednesday, September 7, 2016
Berlangganan

Kisah Menyedihkan Pekerja Anak di Ladang Tembakau, Sering Muntah dan Gatal-Gatal

ketika ramai diperbincangkan soal harga rokok yang akan dinaikkan, ternyata ada yang lebih menyedihkan dari itu.

Sebuah laman asing baru-baru ini membuat video tentang anak-anak bangsa Indonesia.
Bukan menceritakan tentang prestasi atau keindahan alam, video ini menyebutkan bahwa banyak anak-anak Indonesia yang kurang perhatian pemerintah.
Pasalnya, mereka dibiarkan bekerja di umur yang masih sangat muda. Pekerjaannya pun bukan pekerjaan yang bersahabat.
Bagaimana tidak, banyak anak-anak ini yang dibiarkan bekerja di ladang tembakau milik perusahaan rokok.
Dilansir dari Human Right Watch, rokok yang Anda hisap bisa semakin membantu pekerja anak semakin banyak setiap harinya.
Video ini diambil di daerah Jawa Timur. Setiap anak mereka wawancarai dan dimintai pendapatnya.. Beberapa diantaranya membuat pengakuan yang menyedihkan.
Seorang anak berumur 14 tahun menceritakan pengalamannya menjadi buruh tembakau di video ini.
"Baunya pahit, terus batuk dan gatal-gatal." aku anak perempuan ini.
"Saya sudah bantu orangtua di sini sejak umur 10 tahun, setelah menyiram tembakau saya muntah-muntah karena mencium bau tembakau," cerita anak yang memakai kerudung berwarna hitam ini.
Selain bau tembakau yang beracun, pekerja anak-anak ini juga tak tahan dengan aroma pestisida yang menusuk.
Kedua buruh yang bekerja setelah pulang sekolah ini bahkan bisa terkena dampak kerusakan otak bila terus-terusan terkena racun tembakau dan pestisida. Video ini telah 36 ribu kali dibagikan dan dikomentari sekitar 1.300 orang. Respon netizen yang kebanyakan orang asing pun beragam.
"Indonesia adalah salah satu negara yang paling jarang tersentuh kampanye anti rokok.
Karenanya, banyak investor yang menanamkan modalnya di negara ini. Juga tak jarang sebagian besar anak-anak Indonesia di usia mudanya sudah mengenal rokok," ucap akun Kimberly Black Cabanas.
Ada juga yang mengkritik video ini karena dirasa terlalu berlebihan.
"Human Right Watch selalu memanipulasi informasi dan memanfaatkan situasi. Apakah seorang anak menolong orangtuanya sendiri termasuk kriminal? Apakah orang-orang harus berhenti merokok karena pekerja anak ini?" kata Chandi de Silva.
Berikut videonya yang diposting di laman akun AJ+.