Thursday, September 29, 2016
Berlangganan

KISAH Lima Bocah di Batam Bangunkan Sahur tapi Justru Dilempar Botol Molotov. Kaki Mereka Terbakar

Merasa terganggu karena suara berisik selekompok anak-anak yang ingin membangunkan warga untuk sahur saat Ramadan 2016 lalu, Dian Syafvrizal melemparkan botol molotov ke arah anak-anak tersebut.
Botol molotov tersebut berisi bensin yang sudah dinyalakan.
Kemudian botol molotov ini dilempar ke arah anak-anak bernama Azwar (14), M Rizki, Doni Syahputra, Abdul Fiqih (11), dan M Erossyach (13).
Perilaku Dian tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (27/9/2016) malam.
Akibat perbuatannya, Dian menjadi pesakitan.
Sidang yang dimulai sekitar pukul 18.30 WIB itu dipimpin Syahrial Almsyah Harahap dengan didampingi Taufik Abdul Halim Nainggolan dan Yona Lamerossa Ketaren.
Kemudian Jaksa Yogi Nugraha bertindak sebagai Jaksa Peuntut Umum (JPU) menggantikan Jaksa Yan Elhas Zeboea.
Sedangkan terdakwa hadir didampingi penasihat Hukum (PH) yakni Shica Zaitun Elisabeth, Mustari dan Rio Fernando Naptupulu.
Dalam dakwaan, JPU membeberkan awal kejadian itu bermula pada Selasa (14/6/2016) sekitar pukul 02.00 WIB di Gerbang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Bengkong Harapan 2, Kelurahan Bengkong Indah Kecamatan Bengkong Kota Batam.
Saat itu ada lima orang anak-anak yakni Azwar (14), M Rizki, Doni Syahputra, Abdul Fiqih (11), dan M Erossyach (13) sedang duduk di depan rumah terdakwa untuk menunggu waktu membangunkan warga untuk sahur.
Sekitar pukul 03.00 WIB, Lis Susanti, istri terdakwa menegur anak-anak tersebut yang sedang duduk untuk pindah tempat lain, karena berisik dan mengganggu tidur.
"Seketika itu juga lima orang anak itu langsung pindah ke gerbang SDN 02 Bengkong Harapan 2 yang berjarak hanya 15 meter. Namun setelah pindah suara berisik dari anak-anak itu masih terdengar dan mengganggu yang membuat terdakwa emosi. Kemudian terdakwa langsung pergi ke dapur rumahnya dan melihat ada botol kosong dan jerigen berisi bensin, lalu mengambil korek api,"kata JPU membacakan isi dakwaan.
Selanjutnya terdakwa langsung keluar dari rumah dan meilhat kelima anak-anak tersebut di gerbang SDN 02 Bengkong Harapan 2 sedang tertawa.
"Saat itu terdakwa langsung berkata 'Bising kali kalian ini' dan langsung memiringkan botol agar bensinnya keluar lalu menyalakan korek api tersebut. Lalu terdakwa melempar botol itu dengan tangan kanan ke arah aspal depan anak-anak tadi yang sedang berkumpul," kata JPU.
Akibatnya botol tersebut pecah dan menyemburkan api yang besar sehingga membuat kaki Azwar, Abdul Fiqih dan M Erossyach terbakar.
Melihat kaki teman-temannya terbakar M Riski Doni Syahputra langsung melarikan diri.
Begitu juga dengan Azwar, Abdul Fikqih dam M Erossyach ikut menyelamatkan diri meski api membakar kakinya.
"Akibat perbuatan terdakwa, anak Azwar, Abdul Fiqih dan M Erossyach mengalami luka bakar pada kakinya sesuai dengan Visum Et Repertum Nomor : 1042/Dir/VER/VI/2016, Nomor : 1043/Dir /VER/VI/2016 serta Nomor : 1041/Dir /VER/VI/2016 tanggal 14 Juni 2016 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Desvaldi, dokter pada RS Budi Kemuliaan," katanya.
Akibat perbuatannya, terdakwa diancam dalam dakwaan Primair melangar pasal 80 ayat (2) Undang-Undang (UU) No.35 tahun 2014 tentang perubahan UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Kemudian dalam dakwaan Subsider terdakwa diancam dengan pasal 80 ayat (1) UU No.35 tTahun 2014 tentang perubahan UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.