Sunday, September 25, 2016
Berlangganan

Hii, Begini Aksi Pemakan Daging Manusia dari Seluruh Dunia, dari Doyan Hingga Jadi Tradisi

Travelers, masih ingat dengan kasus Sumanto?
Pria asal Purbalingga, Jawa Tengah ini sempat menghebohkan masyarakat karena aksi kanibalismenya.
Pada 2003 lalu, ia mencuri mayat nenek bernama Mbah Rinah, lantas memakan daging jenazah tersebut.
Ternyata, hal ini tak hanya terjadi pada Sumanto.
Meski terlihat ekstrem, nyatanya ada beberapa masyarakat yang menganggap hal itu biasa malah jadi tradisi.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah daerah yang memiliki tradisi kanibalisme.
1. Gua Naihehe, Sigatoka, Fiji
Fiji pernah disebut sebagai 'Pulau Kanibal.'
Praktek kanibalisme tetap ada hingga abad ke-19 dan Gua Nihehe menjadi rumah bagi kelompok tersebut.
2. Sungai Gangga, India
Sepanjang Sungai Gangga di India, Aghori merupakan aliran petapa yang punya tradisi kanibalisme.
Hal ini dilakukan untuk mendapat pencerahan secara spiritual.
Sejak ratusan tahun lalu, anggota suku ini sampai sekarang hanya tinggal sekitar 20 orang.
Praktik spritual ini dilakukan dengan meminum cairan dari tengkorak manusia yang dihanguskan.
Aghori tidak membunuh manusia, tapi mengonsumsi mayat yang sudah mati.
3. Republik Kongo
Setelah perang Kongo tahun 2003, Sinafasi Makelo, perwakilan dari suku Pygmy Mbuti, mengklaim ada orang dimakan hidup-hidup oleh pemberontak Kongo dari provinsi Ituri.
4. Miami, Florida
Ronald Poppo menderita cedera setelah wajahnya dimakan oleh seorang pria telanjang di Florida.
Setelah diidentifikasi, pelaku kanibal itu bernama Rudy Eugene.
Eugene kemudian ditembak dan dibunuh oleh seorang polisi setelah tertangkap mengonsumsi daging Poppo.
5. Rotenburg, Jerman
Armin Meiwes sering bermimpi membunuh dan memakan seseorang sejak ia masih kecil.
Dia akhirnya menjadi sukses setelah bergabung di beberapa chatroom dan posting iklan untuk mencari relawan yang bersedia.
Akhirnya, ia menemukan relawan yang bersedia yaitu Bernd Brandes, seroang pria berusia 43 tahun.
Keduanya sempat makan malam bersama, sesaat sebelum Meiwes menghabisi Brandes dengan pisau berukuran 12 inci.
Meiwes akhirnya tertangkap polisi.
Sayangnya, kanibalisme yang ia lakukan tidak dianggap tindak kejahatan dan Meiwes hanya dijatuhi hukuman atas kasus pembunuhan.