Saturday, September 17, 2016
Berlangganan

Dedi Mulyadi Lihat Anak SMP Nongkrong sambil Merokok, Ini yang Dilakukan Orang Nomor 1 Purwakarta

Dedi Mulyadi merupakan salah satu pemimpin daerah yang cukup peduli dengan dunia pendidikan generasi muda.
Setelah mewacanakan kebijakan larangan pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa beberapa tahun lalu, hari ini, Kamis (16/9/2016), pria kelahiran Subang ini merencanakan pembentukan peraturan baru untuk siswa yang bersekolah di Purwakarta.
Wacana ini dilatarbelakangi oleh kejadian yang ia alami di Kamis siang saat melewati Jl. Kopi Ciwareng Purwakarta.
Ia mendapati beberapa pelajar SMPN I Babakan Cikao sedang nonkrong sebari merokok. Dedi lalu membawa mereka ke ruang kepala sekolah dan melakukan diskusi dengan mereka.
Dedi akhirnya memanggil Tim Dinas Kesehatan Kab. Purwakarta untuk memeriksa siswa-siswa ini setelah mereka membantah mengkonsumsi rokok.
Melalui akun instagram @dedimulyadi71, Kang Dedi menyakatan keprihatinannya terhadap dunia pendidikan.
Dedi meminta murid-murid ini untuk menandatangani surat pernyataan siap tidak naik kelas jika masih mengulang kesalahan yang sama.
Pria yang akrab dipanggil kang Dedi ini merencankan akan meyediakan ruang kelas khusus bagi pelajar nakal dengan metode pembelajaran khusus.
Metode pembelajaran tersebut akan berfokus pada pendalaman spiritualitas, olahraga dan kreatifitas.
"Kalau pelajar nakal itu berubah menjadi baik maka mereka boleh kembali belajar bersama teman sekelasnya di sekolah," ungkapnya di akun instagram.
Berbagai komentar dari netizen memuji tindakan kang Dedi, seperti yang disampaikan oleh akun @soffi_king, "Inovatif dan sangat menginspirasi Bapak... Semoga bisa menginspirasi daerah lain..".
Akun@reynaldibe, "Mantap.. pemimpin teladan"
Sedangkan akun @ardianidhita menyatakan kesependapatannya, "Setujuuuu, seperti di Bogor jg byk tawuran pak @dedimulyadi71 kemarin 2 org tewas tertabrak kereta api krn tawuran
Bahkan ada yang berharap kang Dedi bisa menjadi orang nomor 1 di Jawa Barat, seperti yang diungkapkan oleh akun @talengganglangit, "Jadi gubernur Jabar atuh pak. Janten peraturan anu bapa terapkeun tiasa berlaku sajabareun. Da ayeuna teh barudak sakola balalangor tos kaluar tina pancén kabudayaan adat Sunda atawa Indonésia. Leuwih gedé deui kana nilai nilai norma agama. Janten eta teh kudu di kumaha tah?