Sunday, August 21, 2016
Berlangganan

Wanita Ini Dijuluki Unicorn, Tanduk di Jidatnya Tumbuh Selama 8 Tahun, Penyebabnya Tak Disangka

Nenek berusia 87 tahun ini membuat heboh dunia maya dengan bentuk fisik yang tak biasa, dia seperti memiliki tanduk. Penampilan fisik dari nenek ini sungguh tak biasa. Ada satu tanduk di atas dahinya.
Tanduk adalah bagian tubuh beberapa binatang, yang tumbuh dari kepalanya. Tanduk mengandung banyak keratin di dalamnya, protein yang juga ada di rambut dan kuku manusia. Keratin dan protein ini menggulung mengelilingi tulang yang terdapat di dalamnya.
Tanduk sejati dimiliki oleh hewan dari famili Artiodactyl. Struktur serupa namun tumbuh ditempat yang berbeda tidak disebut sebagai tanduk, misal pada badak disebut dengan cula.
Setelah hewan bertanduk mati atau tanduk terlepas dari kepalanya, tanduk tersebut terdekomposisi dan menyatu dengan alam.
Larva ngengat Ceratophaga vastella memakan tanduk dan memanfaatkan ruang di dalamnya sebagai tempat untuk membentuk pupa. 
Dikutip dari Wittyfeed, wanita berusia 87 tahun ini berasal dari Cina. Selama delapan tahun dia menderita akibat hal aneh yang tumbuh di keningnya. Malah nenek ini terkenal dengan julukan Unicorn Woman.
Wanita ini berasal dari Barat Cina. Dia bernama Liang XiuxhenAda strukur langka pada kening wanita ini. Itu muncul saat delapan tahun lalu.
Tanduk itu benar-benar membuat wanita menjadi terkenal di seluruh dunia. Tapi itu bukannlah tanduk sungguhan. Struktur aneh yang ada di dahinya itu adalah tahi lalat. Tahi lalatnya tumbuh memanjang dan membesar hampir menyerupai tanduk.
Upaya pengobatan sama sekali tidak berbuah hasil.
Pengobatan yang dilakukan keluarganya, malah berbuah pada pertumbuhan dari tahi lalat itu. Sekarang tahi lalat di jidad Liang berukuran sekitar lima inci dan lebar dua inci. Malah, dokter saja kebingungan dalam menangani persoalan ini.
Pada awal pertama kali, tahi lalat ini hanya berukuran seujung jari. Namun, saat Liang mandi tahi lalat tersebut terkelupas. Kemudian, dari ukuran yang sangat kecil tumbuh secara progresif.
Tak ayal, selama delapan tahun Liang harus hidup dengan tanduk di kepalanya. Menurut analisa dokter, itu bukan hanya sekedar tahu lalat, melainkan infeksi kulit yang dapat disembuhkan dengan cara operasi. Tapi resiko dari operasi ini tentu cukup besar. Nyawa Liang menjadi taruhannya.