Monday, August 1, 2016
Berlangganan

Tim Dokter Kesulitan Memisahkan Bayi Kembar Siam, Ini Alasannya yang Bikin Trenyuh

Shahin Khan (26) seorang ibu asal India tidak pernah menyangka jika ia akan melahirkan bayi kembar siam.
Bayi berjenis kelamin laki-laki yang ia lahirkan memiliki dua pasang kepala tetapi pada bagian perut ke bawah organnya menempel. Keduanya memiliki sepasang tulang belakang yang berbeda tetapi hanya memiliki satu organ jantung.
Shanin melahirkan prematur ketika kandungannya masih berusia tujuh bulan di rumah sakit Sion, Mumbai, India, pada Rabu pekan lalu. Lahir dengan bobot seberat 4,5 kilogram, dokter yang membantu proses kelahiran mengungkapkan jika kasus kelahiran bayi kembar siamnya sangat jarang terjadi.
Lantaran bayi kembar siam ini hanya memiliki satu jantung, sehingga membuat tim dokter mengalami kesulitan untuk memisahkan mereka.
"Bayi kembar siam ini memiliki bentuk arsitektur internal yang kompleks, meskipun mereka berdua memiliki kepala dan leher yang terpisah. Tetapi pada bagian rongga dada kebawah menyatu hingga di bagian umbilikus,"Dr Suleiman Merchant, Kepala Rumah Sakit Sion, dikutip tribunkaltim.co melalui laman mirror, Senin (1/8/2016).
Irshand Khan (27) sang suami yang hanya berprofesi sebagai tukang sol sepatu mengungkapkan tidak pernah menyangka jika anak mereka kembar siam.
Keduanya baru melakukan pemeriksaan USG berjeda seminggu sebelum proses melahirkan saat Shanin kebetulan memeriksakan kondisi kandungannya. Sebelumnya Shanin dan Irshand melakukan pemeriksaan untuk melihat perkembangan tumbuh bayi mereka.
"Kami mengetahui jika bayi yang dikandungnya kembar siam, dan saya langsung memintanya untuk menginap di rumah sakit, dan membolehkan Shanin pulang ke rumah selama sepekan. Kemudian kembali lagi untuk melakukan operasi caesar," tambah Suleiman.
Setelah lahir, bayi kembar siam ini harus menjalani operasi guna memisahkan salah satunya.
Bukan keputusan yang mudah untuk melakukan operasi pemisahan ini karena organ internal bayi yang kompleks.
"Jantung mereka hanya ada satu, ini bukan pilihan yang mudah bagi orangtua bayi untuk memutuskan menjalani operasi," ujar Dr Paras Kothari kepala dokter penyakit anak-anak Rumah Sakit Sion.
Dokter Pras juga menambahkan jika tidak dilakukan operasi, nyawa kedua bayi kembar siam tersebut terancam tidak dapat tertolong
Tim dokter yang dikerahkan pun akan sedang mempersiapkan segalanya agar operasi pemisahan berjalan lancar. Irshand yang hanya berprofesi sebagai tukang sol sepatu dan terkendala masalah ekonomi tidak mampu membayar seluruh biaya rumah sakit.
Untung saja pihak rumah sakit dengan sukarela bersedia menanggung segala biaya operasi dan perawatan alias gratis.
Kasus kelahiran bayi kembar siam merupakan kasus yang jarang terjadi, perbandingannya satu diantara seribu kelahiran. Sementara itu terdapat 40-60% kembar siam yang berhasil dilahirkan, dan sebesar 35% hanya dapat bertahan hidup sesaat.