Saturday, August 20, 2016
Berlangganan

Tangis Reporter CNN Bawakan Berita Omran, Bocah Suriah yang Syok usai Ledakan Bom

Foto dan video Omran Daqneesh, seorang bocah Suriah korban perang, menjadi sorotan dunia internasional. Dalam foto dan video itu, tampak seorang anak laki-laki dengan pandangan kosong dan berdarah-darah di kota Aleppo Suriah utara.
Ada peristiwa mengharukan saat berita tentang Omran Daqneesh ini ditayangkan di stasiun televisi CNN International.
Dalam tayangan tersebut, reporter CNN Kate Bouldon tak kuasa menahan tangis ketika membawakan berita tentang Omran. Pada menit 0.13, suara Bouldon mulai terbata-bata ketika memperkenalkan Omran kepada pemirsa.
"Ini adalah Omran... Rumah dan keluarganya yang berada di Suriah dihantam bom... Serangan udara..." ujar Bouldon terbata-bata sambil menahan tangis.
Lalu, Bouldon kembali membacakan berita tentang Omran. Namun, di menit 2.08, Bouldon kembali tak kuasa menahan tangis ketika memperlihatkan kondisi Omran yang syok berat.
"Kita di sini menangis. Tapi lihatlah Omran, tak ada tangis di sana. Dia hanya menangis sekali, bocah itu benar-benar syok," tutur Bouldon hingga akhirnya menangis.
Video dan foto anak laki-laki tengah duduk dan tampak linglung dan berdarah dalam sebuah ambulans dibagikan secara luas melalui media sosial, itu telah menimbulkan kekagetan dan kemarahan di seluruh dunia.
Omran Daqneesh, lima tahun, diselamatkan hari Rabu (17/8/2016) dari reruntuhan sebuah bangunan yang hancur dalam serangan udara.
Gambar video itu menunjukkan dirinya yang tengah duduk diam, pandangan kosong dengan wajah berdarah, di bagian belakang sebuah ambulan.
Orang-orang di seluruh dunia memasang pesan di media sosial seperti “Jangan ada lagi korban anak-anak” dan “Para pemimpin dunia harus mengambil tindakan”.
Sebuah kelompok hak asasi manusia di Suriah menyatakan sejak 2011 lebih dari 14.000 anak-anak tewas akibat pertempuran di Suriah.
Sebuah LSM internasional Save the Children mengeluarkan pernyataan yang menyerukan gencatan senjata segera di Suriah.
Disebutkan bahwa banyak anak-anak dibom dan tewas di Suriah dalam beberapa pekan terakhir.
LSM ini menggarisbawahi bahwa anak-anak yang cidera ini tidak bisa mendapatkan perawatan. Rusia Berlakukan Genjatan Senjata Menyusul kecaman dari seluruh dunia, kini sekutu utama Presiden Bashar Assad, Rusia, mengaku siap memberlakukan “jeda kemanusiaan” selama 48 jam mulai pekan depan.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul himbauan dari Perserikatan Bangsa Bangsa dan Uni Eropa untuk mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Aleppo.
Perang di kota terbesar kedua Suriah itu memanas sejak aliansi jihadis Islam dan pemberontak melancarkan serangan besar untuk melonggarkan kepungan tentara pemerintah, 31 Juli lalu.
Namun kendati ratusan nyawa melayang, kedua pihak gagal membukukan hasil signifikan. Beberapa pekan silam pemerintah Suriah berjanji memberlakukan gencatan senjata secara berkala untuk menjamin pengiriman bantuan buat penduduk sipil.
Berikut Cuplikan videonya: