Friday, August 26, 2016
Berlangganan

Tak Punya Uang Sewa Ambulan, Dana Gotong Jenazah Istrinya Sejauh 12 Km

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kina menggeliat, India terus menyimpan ironi. Baru-baru ini, seorang laki-laki bernama Dana Majhi menggotong mayat istrinya sejauh 12, dari rumah sakit ke rumah, karena tidak mampu membayar sewa ambulan.
Amang (42), si istri itu, meninggal karena diserang TBC di sebuah rumah sakit di kota Bhawanipatna, negara bagian Orissa. Jarak rumah sakit dengan desa Dana sendiri adalah 60 km.
Rumah sakit sendiri tidak tahu menahu apa alasan Dana menggotong mayat istrinya sejauh itu. “Perempuan itu dibawa ke rumah sakit pada Selasa (23/8) dan meninggal pada malam yang sama,” kata petugas rumah sakit, seperti dilansir BBC. “Suaminya mengambil jenazah tanpa memberitahu petugas rumah sakit.”
Pada Rabu (24/8) pagi, Mahji membungkus jenazah istrinya dengan sarung. Ia mulai berjalan dengan menggotong jenazah istrinya hari itu juga setelah rumah sakit terus mendesaknya untuk mengambil jenazah.
Ia mulai berjalan menuju desanya di Melghar, ditemani anak perempuannya yang berusia 12 tahun.
"Saya terus memohon kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan ambulans untuk membawa jenazah istri saya, tapi bantuan tak kunjung datang,” kata Majhi. “Karena saya orang miskin dan tidak mampu menyewa kendaraan, tak ada pilihan selain menggotongnya,” kata Majhi.
Belakangan setelah Mahji dan putrinya telah berjalan sekitar 12 km,  beberapa warga yang prihatin mencegah mereka dan kemudian ambulans pun tiba. Sesampainya di rumah pada sore harinya, jenazah Amang langsung dikremasi.
Petugas administrasi di Bhawanipatna, Brunda D, mengatakan ia mengurus kendaraan untuk membawa jenazah Amang segera setelah dia mengetahuinya.
Ia sudah meminta petugas berwenang untuk menyediakan 2.000 rupee atau sekitar Rp396 ribu untuk keluarga berduka.
Ini sesuai dengan aturan Harischandra Yojana, yang memberikan warga miskin sejumlah uang untuk mengkremasi jenazah anggota keluarga.
“Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan bantuan sebesar 10.000 rupee (Rp1,9 juta) dari Palang Merah setempat,” katanya.
Untuk informasi, Pemerintah India pada Februari telah mengumumkan skema untuk memastikan mobil jenazah tersedia untuk membawa jenazah warga miskin dari rumah sakit kembali ke rumah mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, pusat pelayanan kesehatan di Orissa telah menerima setidaknya enam laporan dari daerah-daerah terpencil.
Ada banyak warga yang membawa jenazah dengan sepeda, becak, dan bahkan dipan kayu karena tak punya uang untuk menyewa kendaraan.