Wednesday, August 31, 2016
Berlangganan

Pesan Netizen Indonesia pada Xanana Gusmao: Tak Ada Makan Siang Gratis!

Berita sengketa perbatasan di celah Timor antara Timor Leste dan Australia menarik perhatian netizen Indonesia, Selasa (30/8/2016).
Melalui kolom komentar pada berita berjudul: Timor Leste Merasa Dicurangi Australia, Xanana: Kami Tak Minta Bantuan, Kami Minta Hak Kami, ratusan pesan netter Indonesia muncul untuk Xanana Gusmao.
Rata-rata netter menyalahkan keputusan Xanana untuk memisahkan diri dari NKRI, beberapa ada yang menyarankan untuk kembali gabung ke Indonesia namun banyak yang memberitahu kalau "Tak ada makan siang gratis!"
Kalimat tersebut merupakan sebuah ungkapan yang disampaikan netizen Indonesia menilai kasus tersebut. Netizen mengatakan konflik perbatasan atau tudingan pencaplokan kawasan Timor Leste oleh Australia merupakan konsekuensi.
Sebelumnya Timor Leste berhasil memisahkan diri dari Indonesia juga tak lepas dari bantuan Australia.
Maka menurut netter Australia meminta imbalan, maka banyak yang menggunakan ungkapan tak ada makan siang gratis.
"Nah baru nyaho sekarang bgmn australia yg sebenarnya.. Pokoknya gak ada makan siang gratis!!!" Tulis akun Arinta Arin.
Senada akun dengan nama Sandy Mahesa berpendapat,"Nggak ada roti gratis om...dulu di bantu skrg ya minta kembalian dung."
Akun Wildan Azm dan Surianto Anto menulis,"Hahaha...mana ada makan siang yg gratis...."
Sedangkan netter ini mengutip filosofi Jawa.
"Diambil hikmahnya saja..... kadang kadang tidak semua yg menolong itu tulus... ada juga yg istilah jawanya "nulung menthung"..... (menolong malah memukul)." Tulis akun Pak'Lek Zhuge.
Meski demikian ada juga netizen yang mengingatkan tentang perjuangan Indonesia untuk mempertahankan Timor Leste saat itu.
"Jujur dalam hati kami warga Indonesia masih menyayangi kalian Timor Leste .. karena perjuangan pahlawan kami untuk mempertahankan Timor timur dulu bermandikan air mata dan dan darah," tulis akun dengan nama Muhajar Esvada.
Xanana berunding di Den Haag
Pemerintah Timor Leste dan Australia maju ke meja perundingan terkait sengketa batas wilayah laut antara kedua negara, di celah Timor.
Perundingan itu digelar di Den Haag, Belanda, Senin (29/8/2016).
Seperti diberitakan Associated Press  dikutip dari Kompas.com, selama ini kedua negara terlilit sengketa celah Timor yang diketahui memiliki kandungan sumber daya minyak dan gas.
Mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao mendapat kesempatan pertama berbicara di hadapan panel yang terdiri dari lima orang ahli.
"Kami tidak datang ke Den Haag untuk meminta bantuan atau pun perlakuan khusus," tegas Xanana.
"Kami datang untuk menuntut hak kami berdasarkan hukum internasional," kata dia.
Pergulatan panjang terkait sengketa celah Timor telah mendatangkan kekhawatiran akan rusaknya hubungan kedua negara.
Setelah Xanana, pihak Australia kemudian memberikan presentasi. 
Pemeritah di Canbera menyebut panel di Den Haag tak memiliki yurisdiksi untuk menetapkan batas wilayah kedua negara.
Australia tetap berpegang untuk menegakkan perjanjian antara kedua negara.