Wednesday, August 17, 2016
Berlangganan

Medali Emas Bulu Tangkis - Kombinasi Islam Kristen, Pria-Wanita, China-Jawa, Kado Terindah HUT RI

Tak berlebihan kalau muncul banyak ungkapan kebanggaan tentang kemenangan gemilang tim ganda campuran bulu tangkis Indonesia saat menekuk Malaysia di laga final badminton di ajang Olimpiade Rio 2016 di Brasil.
Banyak yang mengotak-atik angka mistis dan keramat. Antara lain pertandingan di tanggal 17 Agustus, pas dirgahayu kemerdekaan RI. Dan pertandingan digelar selama 45 menit, identik dengan tahun 1945. Tahun kelahiran republik ini.
Tapi yang menarik lagi adalah munculnya obrolan di media sosial tentang betapa ini sebagai kado terindah HUT Kemerdekaan RI Ke-71. Kado yang sempurna karena tim pemenang Indonesia menggambarkan ke-bhinekatunggalika-an negeri ini
Karena ganda campuran bulu tangkis Indonesia itu terdiri dari kombinasi warga beragama Islam yang diwakili Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang Kristen.
Tontowi Ahmad mewakili suku Jawa, sementara Liliyana Natsir berdarah Tionghoa (China). Dan ganda campuran ini tentu mewakili peran kombinasi wanita dan pria dalam kontribusi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Komplit!
Dua Sosok Kunci Kemenangan
Terlepas dari hal itu, yang pasti, ada dua sosok memiliki peran vital di balik kesuksesan pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.
Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Tribunnews.com, kedua sosok itu adalah pelatih Richard Mainaky dan asisten pelatih Nova Widianto.
Keduanya yang menggembleng peraih medali emas Olimpiade Rio 2016. Berkat tangan dingin mereka, pasangan ini mampu meneruskan tradisi emas Indonesia di Olimpiade.
“Kami sangat bersyukur dengan emas yang dipersembahkan oleh Tontowi/Liliyana,” ujar Richard Mainaky yang dilansir laman PBSI.
Sosok Nova Widianto juga vital bagi pasangan Tontowi/Liliyana. Mantan pasangan Liliyana ini mampu membantu Richard menggembleng sang juara.
“Kemenangan ini bukan karena saya saja sebagai pelatih, tetapi juga dukungan dari asisten pelatih, Nova. Dia sangat membantu saya dengan tulus, dia bantu saya sampai capek, makanya saya mau dia ikut kesini (Rio)," ujar Richard.
Tontowi/Liliyana keluar sebagai peraih medali emas ganda campuran bulutangkis Olimpiade Rio 2016.
Kemenangan ini diraih Tontowi/Liliyana menang mudah atas atas pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Pasangan Indonesia tersebut menang dua set langsung 21-14, 21-12.
Pada Tontowi/Liliyana terus melancarkan serangan dengan smash keras. Liliyana mendukung permainan rally. Malaysia sempat melalukan serangan balik hingga mendapatkan poin 11. Namun pasangan Indonesia ini masih terlalu kuat dan unggul jauh atas Malaysia.
Pada set kedua Tontowi/Liliyana kembali melancarkan smash keras hingga unggul 5-2 pada awal set kedua.
Pasangan Malaysia sempat mengejar hingga empat poin. Namun Indonesia kembali unggul 10-7. Tontowi/Liliyana sempat melakukan kesalahan hingga Malaysia mendapatkan 12 poin. Namun Tontowi/Liliyana akhirnya menutup kemenangan set kedua 21-12.