Friday, August 12, 2016
Berlangganan

Kisah Pilu: di Sekolah Dibully Karena Tak Punya Ibu, di Rumah Ia Jadi Pahlawan untuk Sang Nenek

Sebuah potret keluarga miskin terekam di sebuah distrik Lan Krabue, Thailand. Melalui sejumlah foto, nampak seorang bocah laki-laki dan seorang nenek yang mencoba untuk bertahan hidup dengan kebutuhan seadanya.
Bocah tersebut diketahui bernama Suwan yang masih berusia 8 tahun. Ia tinggal bersama neneknya yang berusia 83 tahun di sebuah garasi yang sudah tidak terpakai. Garasi yang sempit dengan dinding tua dan tidak ada listrik.
Tidak hanya itu, sungguh miris kehidupan keduanya. Mereka mempertahankan hidup dengan memakan makanan sisa. Terkadang, keduanya akan makan telur rebus dan telur goreng, sayur rebus dan saus. Suwan begitu terlihat berbakti pada neneknya.
Segala keperluan rumah, dari bersih-bersih dan mencari makan, ia lakukan untuk merawat sang nenek. Tidak hanya itu, setiap di rumah pun Suwan selalu menyempatkan diri untuk memijat sang nenek.
Rasa peduli Suwan ini begitu menggugah hati banyak orang. Suwan masih bersekolah. Dan ia rela berseragam seadanya dengan kaus kaki yang menyedihkan.
Hanya tinggal dengan neneknya, ia pun merasa rindu kehadiran sang ibu.
Ia pun kerap mendapat celaan dari teman-teman sekolahnya. Terlebih karena ia sama sekali tak pernah mendapat kasih sayang dari seorang ibu.
"Saya ingin memiliki seorang ibu seperti anak-anak lain tapi aku justru dicela karena tidak memiliki ibu," kata Suwan seperti dikutip TribunSolo.com dari Tnews Deeps.
Suwan bahkan berpikir ingin membayar seseorang agar ibunya kembali. Dan ia pun berjanji akan menjadi anak yang baik jika sang ibu kembali di sampingnya. "Aku hanya ingin memeluk dan menciumnya, aku janji akan menjadi anak yang baik," tambah Suwan.
Karena hidup dalam penuh kekurangan, seseorang pun membuka penggalangan dana untuk Suwan dan neneknya, yakni melalui sebuah rekening pada link ini,http://deeps.tnews.co.th/contents/198808/.