Monday, August 1, 2016
Berlangganan

Kisah Hidupnya Mengharukan, Suster Ini Tersenyum di Akhir Hayatnya

Meninggalnya seorang wanita yang meninggal akibat mengidap penyakit kanker lidah membuat orang-orang di sekelilingnya tidak bisa menahan kesedihan.
Cecilia Maria nama wanita itu. Sampai akhir hayatnya, Cecilia tersenyum sehingga membuat keluarga dan sahabatnya terharu.
Dikeluarganya Cecilia Maria ialah wanita yang menjadi panutan, baik bagi teman maupun sanak saudaranya. Dia menjadi suster di Saints Teresa dan Joseph Monastery di Santa Fe, Argentina.
Semua yang mengenalnya mengetahui bahwa senyuman Cecilia sangat manis.
Dia seperti dikutip viral4real, selalu tersenyum sekalipun kondisinya tengah terkapar sakit. Sampai dengan dia menghembuskan nafas terakhirnya, senyuman itu masih terlontar dari wajah cantiknya.
Kisah ini berawal pada enam bulan silam. Dimana Cecilia divonis mengidap kanker lidah dan penyakit lain yang membuat paru-parunya tak berfungsi secara maksimal. Penyakit ini menyerang tubuh Cecilia. Namun, selama ini dirinya menahan hingga akhirnya dia terkapar dan harus dirawat di rumah sakit.
Segala upaya dilakukan oleh dokter secara medis. Mulai dari operasi, hingga mengkonsumsi obat-obatan dijalani secara rutin di rumah sakit. Selain upaya medis, selama terbaring lemas di rumah sakit, Cecilia tak pernah berhenti berdoa.
Disamping itu pula, dokter telah memvonis hidupnya tak lagi lama. Itu disampaikan kepada Cecilia. Mendengar vonis dari dokter, Cecil pun mendedikasikan sisa hidupnya untuk berdoa dan beribadah.
Di hari-hari terakhirnya, Cecil sempat berhenti berdoa dan menuliskan sebuah surat wasiat. Surat itu merupakan beberapa keinginannya setelah dirinya meninggal dunia.
"Aku berpikir tentang bagaimana pemakamanku menjadi diberi doa secara intens dan kemudia diadakan perayaan besar bagi semua orang. Jangan lupa berdoa, tetapi jangan lupa unutk merayakan yang baik," tulisnya dalam secarik kertas.
Sampai akhirnya, Cecil meninggal di tempat tidurnya di rumah sakit.
Dalam kondisi tak lagi bernyawa, wajah Cecil masih melontarkan senyuman manis.