Sunday, August 14, 2016
Berlangganan

Fotonya Sering Dijadikan Lelucon di Media Sosial, Kakek Ini Ternyata Seorang Pejuang Kemerdekaan

17 Agustus nanti kita kembali memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Selayaknya peringatan kemerdekaan yang selalu kita lakukan, pahlawan bangsa adalah salah satu yang paling dikenang pada 17 Agustus besuk.
Sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya jika kita menghormati jasa para pahlawan. Berkat perjuangan mereka, kita sekarang bisa hidup merdeka dari para penjajah. Namun malang dengan yang dialami veteran asal Sumatera Selatan bernama Anwar ini. 
Kisah tentang Anwar ini dikisahkan dalam sebuah blog bernama maharadjo.wordpress.com.
Sewaktu muda, Anwar adalah seorang pejuang yang menjabat sebagai komandan kompi. Selama masa berjuang, Anwar harus hidup dalam kondisi yang susah.
Ia pernah dipenjara oleh Belanda selama 4 tahun. Bahkan ia pernah harus minum air yang dicampuri kencing. Namun penderitaan Anwar tersebut tak serta merta berakhir ketika Indonesia telah merdeka.
Di usianya yang telah senja, ia harus berjalan bertelanjang kaki demi mengharap belas kasihan orang. Anwar biasanya mengemis di sekitar Jalan Padang.
Padahal tak kurang pengorbanannya untuk negeri ini, kakinya bahkan pernah ditembus peluru hingga harus terpincang-pincang berjalan. Nasionalisme dan kecintaannya pada negara pun tak dipertanyakan lagi.
Yang lebih miris lagi adalah ulah orang usil yang justru menjadikan Anwar sebagai bahan guyonan. Foto Anwar ketika mengemis sempat menjadi meme dan jadi bahan lelucon.
Dalam foto tersebut, Anwar terlihat seolah meminta chip lengkap dengan laptop dan sebungkus rokok. Setelah Indonesia merdeka, tak ada perhatian khusus dari pemerintah.
Anwar harus hidup sebatang kara setelah istrnya bersama anaknya meninggal dalam kandungan karena kekurangan gizi. Sementara banyak orang bisa berpoya-poya karena sudah merdeka, Anwar malah semakin menderita.
Namun sayang, ketika kebenaran di balik foto lelucon itu mulai terungkap, Anwar sudah meninggal dunia pada tahun 2011 lalu. Tidak banyak orang yang peduli dengan kematiannya.
Semasa hidupnya beliau bahkan tidak pernah mendapatkan penghormatan sepeser pun. Semoga kisah ini bisa membuka mata hati kita. Kita sekarang bisa menikmati kemerdekaan berkat jasa para pahlawan terdahulu.
Menghormati jasa para pahlawan bukan sekedar dari upacara atau kata-kata saja, melainkan dengan tindakan nyata yang membangun dan melindungi negara Indonesia.