Sunday, August 7, 2016
Berlangganan

Dibutuhkan Waktu Empat Jam Berjalan Untuk Mencapai Puskesmas

Seorang warga Desa Manding, Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi, Lembet (68), harus menempuh sekitar empat jam perjalanan dengan jarak sekitar 6 km dengan berjalan kaki hanya untuk sampai ke puskesmas Pinoh Utara di Desa Kompas Raya.
Tampak raut keletihan dari Pak Lembet, selain kerutan di wajah tuanya. Sambil membawa tas gendong, Lembet tiba di puskesmas Pinoh sekitar pukul 07.45 WIB, Jumat (5/8). Pada saat itu puskesmas masih tertutup rapat. Sebab seperti biasa pelayanan pada Jumat (5/8) dimulai sekitar pukul 08.00.
Lembet pun dengan sabar menunggu petugas Puskesmas. Lembet mengatakan ia bertolak dari rumahnya di Dusun Kupan sekitar pukul 04.00 dini hari. Ia sengaja pergi seorang diri untuk berobat. Lembet satu di antara warga Manding yang tidak memiliki sepeda motor, sehingga iapun terpaksa berjalan kaki.
"Letih juga lah. Kalau letih jalannya pelan-pelan. Ndak boleh berhenti. Nanti kalau jalan lagi, pasti ndak mampu jalan lagi," katanya.
Lembet yang sehari-hari bekerja sebagai petani ladang ini mengatakan sudah terbiasa berjalan kaki untuk berobat. Ini yang kesekian kalinya ia datang untuk berobat. "Dada sakit, kepala pusing," ungkapnya.
Lembet membenarkan warga kampungnya, di Desa Manding terkadang terpaksa bergotong- royong memikul warga yang sakit.
"Di kampung saya sering pakai tandu. Biasa kalau kondisi hujan jalan susah lewat, pakai tandu bawa orang sakit. Bisa sampai 40 orang yang bantu," ungkapnya.
Bahkan kata Lembet pernah terjadi warga sakit hingga meninggal dalam perjalanan. Meskipun kejadian ini sudah lama.
"Pernah ada yang meninggal dalam perjalanan ketika dibawa ke puskesmas. Saya lupa tahun berapa. Itu warga Manding, Dusun Merahrai," katanya sambil mengingat-ingat.
Lembet mengatakan di Manding memang terdapat Pondok bersalin Desa (Polindes). Namun belum terdapat fasilitas di dalamnya dan belum ditempati.
Sebagai warga Lembet menitipkan harapannya kepada pemerintah. Ia berharap akses jalan menuju di desanya dapat diperbaiki. Paling tidak dapat dilalui ketika musim penghujan. Ia berharap di desanya dapat disediakan petugas kesehatan, seperti dokter atau mantri.
"Harapan kami itulah. Supaya tidak jauh-jauh berobat. Kalau ada jalan bagus lebih mudah warga," ungkapnya.
Meski demikian Lembet sedikit bersyukur selama berobat, tidak pernah ditarik biaya karena menggunakan BPJS Kesehatan. Beberapa petugas Puskesmas tak lama kemudian tiba. Lembet bergegas untuk berobat.
Selang beberapa lama, Inyel (42) warga Desa Natai Panjang, juga tiba di puskesmas bersama adiknya yang sedang sakit.
Warga RT 01 Dusun Natai Panjang ini hendak meminta surat rujukan ke rumah sakit.
Berbeda dengan Lembet, ia tiba menggunakan sepeda motor setelah menempuh kurang lebih satu jam perjalanan dengan jarak kurang lebih 22 Km. "Jalannya becek, sebab habis hujan tadi malam," katanya.
Jika dalam kondisi tertentu, terutama curah hujan lebat jalan tersebut sulit dilalui. Maka tak heran warga di desanya terpaksa memikul warga sakit dengan tandu secara beramai-ramai. "Saya pernah ikut menandu. Bergiliran supaya tidak letih," katanya.
Meski tidak sesering di Desa Manding, sebab jarak Desa Natai Panjang yang cukup jauh jika harus menandu warga sakit ke puskesmas atau ke rumah sakit.
Menurut Inyel alasan menggunakan tandu karena tidak semua warga mampu, mengeluarkan ongkos untuk menggunakan kendaraan. Jadi ketika dipikul bersama-sama maka sedikit biaya yang dikeluarkan. Meski menggunakan mobil terkadang masih sulit terlebih jalan rusak. "Jadi ditandu bersama-sama warga kampung," ungkapnya.
Kondisi ini pernah ia rasakan langsung ketika ada keluarganya di Desa Manding, terpaksa dibawa dengan tandu untuk berobat ke Nanga Pinoh. "Dua kali waktu itu. Pergi sama pulangnya ditandu juga," ungkapnya.
Ia pun berharap didesanya ada petugas kesehatan. Minimal seminggu tiga kali. Kemudian jalan bisa diperbaiki paling tidak mudah dilalui ketika musim penghujan.
Ibu kota Kecamatan Pinoh Utara sendiri hanya dipisahkan Sungai Melawi jika ditempuh dari Kota Nanga Pinoh. Penumpang tinggal merogoh kocek Rp 2 ribu untuk sampai ke seberang yakni Desa Kompas Raya atau Desa Tekelak.
Sementara ongkos mahal dikeluarkan jika, menyeberang dengan kendaraan sepeda motor. Penumpang perahu dikenakan ongkos Rp 30 ribu untuk sekali menyeberang, untuk pulang pergi (PP).
Puskesmas Pinoh Utara hanya berjarak beberapa ratus meter dari steigher penyeberangan Kecamatan Pinoh Utara. Gedung puskesmas terhitung bangunan sederhana.
Bangunan tersebut dibagi menjadi beberapa ruangan. Sejumlah petugas kesehatan nampak bertugas. Sementara satu ruangan disediakan untuk ruang rawat atau konsultasi kesehatan.
Beberapa pasien bergiliran datang untuk berobat, termasuk untuk pemeriksaan kandungan. Kendati demikian hingga siang hari tak ada warga yang hendak berobat menggunakan tandu.
Pantauan Tribun untuk menempuh Desa Sungai Raya Manding dan Natai Panjang, hampir merata tanah kuning.
Hanya beberapa ratus meter tampak jalan dibeton. Kondisi jalan masih bisa dilalui, meski lumayan becek akibat diguyur hujan.