Monday, August 29, 2016
Berlangganan

2 Guru Ini Harus Berenang di Sungai untuk Sampai ke Sekolah, Alasannya Bikin Miris

Perjalanan yang ditempuh oleh guru ini untuk bisa sampai ke sekolah sungguh tak biasa. Dia perlu berjalan kaki selama dua jam dan berenang di lima sungai. Perjuangan seorang guru ini memang sangatlah tak ternilai.
Dia rela melakukan apa pun, bahkan melintasi lima sungai agar bisa mengajar murid-muridnya. Di Indonesia atau mungkin di negara lain, guru memang tampak kerap tampil glamor dan mewah.
Minimal mereka memiliki sepeda motor, mobil dan penampilan yang lebih mencolok dibanding para muridnya. Kali ini, ada dua orang guru yang jauh berbeda dari kata itu.
Mereka menyerahkan hidup dan karirnya pada mengajar. Dengan tekad seperti itu, mereka berdua rela melakukan apa saja.
Ada dua orang guru dari wilayah yang berbeda yang menempuh perjalanan sangat jauh setiap harinya untuk bisa sampai ke sekolah mereka.
1. Elizabet Miranda
Setiap hari Miranda harus menantang maut dan mempertaruhkan nyawanya saat menyeberangi sungai. Bukan hanya satu sungai saja. Dari rumah ke sekolah, Miranda menyeberangi lima sungai.
Cara menyeberangnya bukan menggunakan perahu. Melainkan berenang. Beruntung ketika Miranda bertemu seseorang yang membawa ban, dia bisa menyeberang dibantu itu. Wanita ini berasal dari Filipina, Di Sitio Barogante, Occidental Mindoro.
Setiap sampai sekolah, kaki dan baju wanita ini selalu basah. Ini bukan hanya sekedar candaan. Tapi memang perjalanan yang ditempuhnya sangat jauh. Selain berenang, wanita ini pun harus berjalan kaki. Setidaknya perlu dua jam berjalan kaki.
Nyawanya dapat saja melayang ketika air sungai yang diseberangi meluap. Tapi, perjalanan yang ia tempuh tak membuatnya putus asa dalam memberi pelajaran bagi para siswanya.
2. Abdul Mallik
Ada juga Abdul Mallik. Dia berprofesi sebagai seorang guru. Dia mengajar di Malappuram, India. Tidak ada satu orang pun yang dapat menghalanginya untuk bisa mengajar para siswa.
Bahkan, derasnya air sungai dengan kedalaman hingga kepala orang dewasa ini, menjadi jalur yang setiap hari ditempuhnya. Mallik harus menyeberangi sungai setiap hari untuk bisa sampai ke sekolahnya. Itu dijalani selama 20 tahun terakhir.
Bukan tidak ada moda transportasi yang bisa ditempuh. Tapi, jika menumpang bus untuk bisa sampai ke kelasnya, perlu waktu tiga jam. Dengan berenang di sungai, itu akan sangat menghewat waktunya.
Tak ayal, setiap hari Mallik membawa satu set pakaian ganti yang dimasukkan ke dalam kantong plastik.