Tuesday, July 26, 2016
Berlangganan

Tiga Bocah Ingusan Curi Motor di Rumah Susun

Tiga anak baru gede (ABG) diamankan jajaran Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (25/7/2016). Ketiga anak bau kencur itu ditangkap polisi lantaran telah melakukan sepeda motor di area parkir Rumah Susun (rusun) Angke, Tambora, Jakarta Barat.
Para tersangka ini di antaranya Wawan (14), Danu (13), dan Ari (12). Mereka mencuri sepeda motor Honda Scoopy nopol B 3191 BMC milik Sopyan (56) penghuni rusun Angke lantai 10 No. 8 RT 01 / RW 11 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Kapolsek Tambora, Kompol Muhamad Syafi'i menjelaskan peristiwa itu berawal saat korban memarkirkan sepeda motornya di area parkiran rusun Angke. Korban berniat shalat dan masuk ke dalam rumahnya.
Setelah sampai rumah, Sopyan baru sadar bahwa kunci kontak motornya tertinggal. Kunci tersebut lupa tercabut dari kontak sepeda motor tersebut.
Korban pun panik dan bergegas kembali ke area parkir. Ia terkejut saat sepeda motornya lenyap telah hilang dicuri orang.
Sopyan bertemu dengan Fahruroji (48) yang merupakan satpam rusun Angke. Fahruroji melihat ada tiga anak - anak yang membawa kabur sepeda motor milik korban.
Lalu korban meminta bantuan dan malporkan kejadian ini ke Mapolsek Tambora. Tim buru sergap pun diterjunkan guna mencari dan meringkus ketiga bocah itu.
"Kami memeriksa saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ciri - ciri dan identitas para pelaku sudah diketahui segera kami buru," ujar Syafi'i pada Senin (25/7/2016).
Polisi mengejar para tersangka ini ke Kampung Bebek, Tambora, Jakarta Barat. Mereka beserta barang bukti langsung digiring ke kantor polisi.
"Saat dilakukan interogasi ternyata pelaku melakukan aksinya itu lebih dari sekali," ucapnya.
Mereka pernah mengambil sepeda motor Honda Supra Fit B 6550 UBG di parkiran rusun Angke pada 15 Juli 2016 silam. Selain itu bocah bau kencur ini juga mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter Z dari tempat kejadian perkara yang sama.
"Kami sudah menghubungi para orangtua tersangka, masih diproses lebih lanjut," kata Syafi'i.
Dikutip dari: wartakota